HEALTH LITERACY, HEALTH BELIEF, DAN KETERAMPILAN DETEKSI DINI HIPERGLIKEMIA PADA KELOMPOK RISIKO TINGGI

HEALTH LITERACY, HEALTH BELIEF, AND SKILLS FOR EARLY DETECTION OF HYPERGLYCEMIA IN HIGH-RISK GROUP

Authors

  • Faridha Alfiatur Rohmaniah Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Yunita Rusidah Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Noor Eswanti Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Muhamad Jauhar Universitas Muhammadiyah Kudus

DOI:

https://doi.org/10.53345/bimiki.v13i1.531

Abstract

Pendahuluan: Literasi dan keyakinan masyarakat terhadap kesehatan akhir-akhir ini semakin membaik. Perkembangan teknologi informasi dan keleluasaan akses informasi menjadi peluang dalam meningkatkan literasi kesehatan sehingga meningkatkan keyakinan akan pentingnya kesehatan pada masyarakat. Namun hal tersebut tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini penyakit, khususnya penyakit tidak menular, yang disebabkan oleh gaya hidup kurang sehat. Hal ini berdampak pada munculnya komplikasi penyakit, disabilitas, bahkan kematian. Beberapa faktor berhubungan dengan kemampuan masyarakat dalam deteksi dini penyakit tidak menular, salah satunya diabetes mellitus. Faktor tersebut antara lain literasi kesehatan dan keyakinan kesehatan.

Metode: Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja UPT Puskesmas Kaliwungu Kudus tahun 2024. Populasi penelitian yaitu masyarakat berisiko tinggi diabetes mellitus. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Health Literacy Questionnaire (HLQ), Health Belief Model Questionnaire (HBMQ), dan kuesioner deteksi dini penyakit diabetes mellitus. Kuesioner health literacy dan health belief dilakukan back translation oleh ahli bahasa dan uji validitasisi oleh pakar keperawatan medikal bedah dan komunitas analisis data menggunakan uji chi square.

Hasil: Penelitian ini menunjukkan rerata umur responden yaitu 55,96 tahun, setengahnya berjenis kelamin perempuan (57%), dengan latar belakang pendidikan SD 33% dan tidak bekerja (60%). Setengahnya responden memiliki keyakinan kesehatan kurang, yaitu sebanyak 52 klien (52%), dan literasi kesehatan rendah, yaitu sebanyak 54 klien (54%). Namun memiliki keterampilan deteksi dini baik yaitu sebanyak 62 klien (62%).

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik baik antara keyakinan kesehatan maupun literasi kesehatan dengan keterampilan deteksi dini pada klien DM.

Kata kunci: Health Literacy; Health Belief; Hiperglikemia; Kkelompok Risiko Tinggi; Keterampilan Deteks Dini.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Faridha Alfiatur Rohmaniah, Universitas Muhammadiyah Kudus

Fakultas Ilmu Kesehatan

Yunita Rusidah, Universitas Muhammadiyah Kudus

Fakultas Ilmu Kesehatan

Noor Eswanti, Universitas Muhammadiyah Kudus

Fakultas Ilmu Kesehatan

Muhamad Jauhar, Universitas Muhammadiyah Kudus

Fakultas Ilmu Kesehatan

Published

2025-06-27