HUBUNGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DENGAN KESEPIAN PADA MAHASISWA BARU YANG MERANTAU

THE RELATIONSHIP BETWEEN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING AND LONELINESS IN NEW STUDENTS WHO MIGRATE

Authors

  • Mohamad Fikriyanto H. Kilo Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Widya Nusantara, Palu
  • Basri Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Widya Nusantara, Palu
  • Mei Putri Crismayanti Program Studi, Fakultas Kesehatan, STIKes Bhakti Husada Cikarang,
  • Mikaela Delpin Fristalia Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Widya Nusantara, Palu

DOI:

https://doi.org/10.53345/bimiki.v13i2.583

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa perantau umumnya menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak merantau. Pada tahun pertama perkuliahan, mahasiswa dituntut untuk mampu beradaptasi dengan situasi, lingkungan, serta berbagai perubahan kondisi yang baru. Dalam proses tersebut, mahasiswa baru yang merantau cenderung mengalami perasaan kesepian, yang salah satu faktor pemengaruhnya adalah kesejahteraan psikologis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesejahteraan psikologis dan tingkat kesepian pada mahasiswa baru Universitas Widya Nusantara yang merantau di Kota Palu.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik menggunakan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 30 mahasiswa perantau yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Psychological Well-Being yang dikembangkan oleh Ryff dan Keyes dan telah diadaptasi oleh Sesillia, serta instrumen pengukuran kesepian berupa UCLA Loneliness Scale versi 3 yang diadaptasi oleh Putri. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi square untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan psikologis dan tingkat kesepian pada mahasiswa baru yang merantau, dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25.

Hasil: Hasil uji statistik chi square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kesejahteraan psikologis dan tingkat kesepian pada mahasiswa baru.

Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kesejahteraan psikologis dan tingkat kesepian pada mahasiswa baru. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya perhatian khusus dari mahasiswa perantau terhadap kondisi kesejahteraan psikologis agar dapat meminimalkan risiko munculnya perasaan kesepian selama menjalani kehidupan di perantauan.

Kata kunci: Kesejahteraan Psikologis; Kesepian; Mahasiswa Rantau.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2025-12-29