Edukasi Kesehatan Kegawatdarutan Kardiovaskuler untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Pasien Hipertensi di Bekasi
DOI:
https://doi.org/10.53345/bimiki.v13i2.589Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Penyakit tidak menular, khususnya hipertensi, masih menjadi masalah kesehatan utama pada usia produktif. Faktor usia dan tingkat pendidikan berperan penting dalam pengendalian tekanan darah dan peningkatan pengetahuan kesehatan. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan diharapkan mampu memperbaiki kondisi tersebut.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test post-test. Jumlah responden sebanyak 40 orang usia produktif. Variabel yang diteliti meliputi tekanan darah dan tingkat pengetahuan, ditinjau berdasarkan usia produktif dan tingkat pendidikan. Analisis data diawali dengan uji normalitas Kolmogorov–Smirnov dan Shapiro–Wilk. Karena data tidak berdistribusi normal, analisis dilanjutkan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test.
Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara usia produktif dengan tekanan darah post-test (p = 0,317) dan tingkat pengetahuan post-test (p = 0,071). Namun, terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat pendidikan dengan tekanan darah post-test (p = 0,000) serta tingkat pengetahuan post-test (p = 0,003).
Kesimpulan: Usia produktif tidak berpengaruh signifikan terhadap tekanan darah dan tingkat pengetahuan setelah intervensi, sedangkan tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap keduanya. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan merupakan faktor penting dalam keberhasilan edukasi kesehatan dan pengendalian tekanan darah pada usia produktif.
Kata kunci: Usia produktif; Tingkat pendidikan; Tekanan darah; Pengetahuan;
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













