HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN PERILAKU SELF-HARM PADA REMAJA
THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVELS AND SELF-HARMING BEHAVIOR IN ADOLESCENTS IN ISLAMIC SENIOR HIGH SCHOOL
Keywords:
Remaja, Self-Harm, StressAbstract
Pendahuluan: Masa remaja merupakan fase yang terjadi tiap individu pada usia 10-18 tahun. Fase ini ditandai dengan individu mencapai kematangan mental, emosional, sosial, fisik, dan transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Salah satu gangguan kesehatan mental yang sering dialami oleh remaja yaitu stres. Stres yang jika tidak ditangani dengan baik maka dapat berisiko melakukan perilaku self-harm.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan perilaku self-harm pada remaja.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2026 di salah satu sekolah menengah atas di Surakarta yang melibatkan 147 remaja. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Perceived Stress Scale 10 (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres dan Self-Harm Inventory (SHI) untuk mengidentifikasi perilaku self-harm. Analisia data menggunakan uji Spearman Rho.
Hasil: Hasil uji analisis didapatkan bahwa p value 0,007 (p value<0,05) dan nilai korelasi 0,223.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan perilaku self-harm pada remaja. Berdasarkan penelitian ini pentingnya dilakukan deteksi dini tentang stres dan perilaku self-harm pada remaja serta perlunya intervensi keperawatan jiwa berupa promosi kesehatan mental dan strategi koping adaptif untuk mencegah perilaku self-harm.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













